24
Jun

MAMON

Matius 6:19-24

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

(Matius 6:24)

 

 

 

Ada yang berkata, “Mengikut Tuhan Yesus itu tidak enak, sebab pengikut-Nya dilarang untuk mengumpulkan harta. Pendapat seperti itu salah satu sumbernya adalah perikop yang hari ini kita baca. Di sini, Tuhan melarang pengikut-Nya untuk mengumpulkan harta di dunia (ayat 19). Apakah arti larangan Tuhan ini? Mengapa Tuhan melarang pengikut-Nya untuk mengumpukan harta?

 

 

Sesungguhnya, perikop ini tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan Tuhan Yesus melarang orang mencari harta dunia. Di perikop ini, Tuhan mengajarkan pengikut-Nya agar tidak menjadikan harta dunia sebagai sumber atau tujuan hidup. Bagi orang Israel, hati adalah tujuan atau pusat motivasi hidup. Ketika Tuhan berkata: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (ayat 21), Tuhan menunjuk kepada orang yang tujuan hidupnya mencari harta duniawi, motivasi hidupnya semata-mata materi. Orang seperti itu akan menjadikan harta sebagai ilah atau dewa. Persis seperti yang Tuhan katakan bahwa mereka menyembah Mamon dalam hidupnya (ayat 24). Mamon adalah dewa harta benda. Uang atau materi bisa menjadi Mamon ketika orang terobsesi untuk memilikinya. Menurut Tuhan Yesus, orang seperti ini akan sulit menjadikan Yesus sebagai Tuhan, sebab hatinya sudah diarahkan untuk menyembah materi. Dengan demikian, Tuhan Yesus tidak mengajarkan bahwa pengikut-Nya dilarang mencari harta duniawi. Tuhan melarang pengikut-Nya untuk menjadikan materi sebagai dewa atau hal yang paling utama.

 

 

Teens, di zaman yang materialistis seperti sekarang, kita bisa terbawa semangat zaman yang membuat kita mendewa-dewakan materi atau uang. Apabila hal itu terjadi, kita akan diperbudak materi. Bahkan, kita juga akan melupakan Tuhan atau rela menukar Tuhan demi mendapatkan kekayaan. Ingat, harta dunia sementara, jangan mengorbankan harta surga yang lebih kekal untuk mendapatkan apa yang fana!

Multiple Ajax Calendar

June 2019
S M T W T F S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama