25
Jun

KISAH TUKANG KEMAH

Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.

(Kisah Para Rasul 18:3)

 

 

 

“Pak Karyo, kenapa sih Bapak masih berjualan, tidak istirahat saja di rumah?” tanya Didi sam­bil membeli semangka. “Nak, jangan biasakan hidup bergantung ke­pada orang lain. Kita harus bisa mandiri agar tidak menjadi beban bagi orang lain, tentu dengan tetap berserah kepada Tuhan,” ujar Pak Karyo.

 

 

Adik-adik, kita harus bergantung penuh kepada pemeliharaan Tuhan untuk mencukupi kebutuhan hidup kita, bukan kepada manusia. Yuk kita baca Kisah Para Rasul 18:1-4. Paulus tidak membebankan biaya pelayanannya kepada orang-orang percaya yang pernah ia layani. Paulus bekerja sebagai tukang kemah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, seperti yang juga dilakukan Akwila dan Priskila.

 

 

Adik-adik, sebagai anak Tuhan, kita harus belajar bersikap mandiri, yaitu mengurus diri sebaik-baiknya agar tidak menyusahkan orang lain. Tuhan akan terus memampukan dan memimpin kita agar dapat bersikap mandiri.

 

 

Doa: Bapa Surgawi, mampukanlah aku menyelesaikan tugasku tanpa bergantung pada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Multiple Ajax Calendar

June 2019
S M T W T F S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama