28
Jun

KEBUTUHAN BUKAN KEINGINAN

Bilangan 11:31-35

Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa,

karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

(Bilangan 11:34)

 

 

 

Mahatma Gandhi pernah berkata: “Bumi ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi sangat kurang untuk keinginan manusia.” Menurut Gandhi, jika manusia mau hidup berdasarkan kebutuhannya, bumi menyediakan kebutuhan manusia dengan berlimpah. Sayangnya, banyak manusia yang hidup dikendalikan oleh keinginan, bukan kebutuhan.

 

 

Hal itu yang terjadi pada umat Israel ketika mereka berada di padang gurun. Dalam Bilangan 11:4 dikatakan, “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus ….” Rakus berarti menginginkan sesuatu secara berlebih, melampaui kebutuhan manusia. Saat itu mereka menginginkan daging. Ketika Tuhan memberikan daging dalam wujud burung puyuh, mereka dikuasai nafsu untuk memakan daging itu sebanyak-banyaknya. Mereka mengumpulkan daging itu sebanyak-banyaknya (ayat 32). Karena tidak bisa mengendalikan nafsu, Tuhan menghukum mereka dengan tulah dahsyat. Nama tempat itu Kibrot-Taawa, untuk mengingatkan nafsu rakus mereka. Nafsu rakus termasuk dalam salah satu dari tujuh dosa pokok. Yang dimaksud dengan dosa pokok adalah dosa yang ketika dilakukan akan memperanakkan dosa-dosa lainnya. Misal, ketika rakus, orang senang mengambil hak orang lain.

 

 

Teens, generasi milenial menganggap travelling , makan makanan yang enak, sebagai bagian dari gaya hidup yang wajar. Ada orang muda yang boros membeli makanan yang ia suka tanpa sadar kalau makanan itu bukan kebutuhan, tetapi keinginannya. Kalau gaya hidup yang seperti itu dianggap sebagai kewajaran, lama-lama ia dikendalikan nafsu rakus makan. Hal ini bukan saja berbahaya untuk tubuhnya, melainkan juga bisa menimbulkan dosa. Allah bisa menghukum dia akibat kerakusannya.

Multiple Ajax Calendar

June 2019
S M T W T F S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama