29
Jun

RUMAH ALLAH

Lukas 9:21-27

Dan Yesus berkata, “Anak Manusia

harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua,

imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,

lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

(Luk. 9:22)

 

 

 

Etty Hillesum, seorang perempuan Yahudi di Belanda, yang dibunuh dalam rumah gas oleh Nazi di Auschwitz, memiliki kepekaan yang tajam akan arti setiap pribadi sebagai “rumah Allah.” Suatu hari, ketika ia berada di Westerbork sambil menunggu saat deportasi terakhir ke Auschwitz bersama orang Yahudi lainnya, ia menulis, “Ada begitu banyak rumah kosong, ke tempat itu melalui diriku yang adalah rumah-Mu sebagai tamu kehormatan bagi sesamaku.” Etty berharap setiap orang tidak mengalami keputusasaan, kekosongan jiwa menghadapi siksaan dan kematian. Sebaliknya meyakini bahwa harapan dan kekuatan menyertai mereka, sebab dirinya adalah “rumah Allah.”

 

 

Setelah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Yesus mulai memberitakan kematian-Nya. Yesus ingin murid-murid-Nya mengerti terlebih dahulu bahwa kemesiasannya itu hanya berarti bila disertai pengakuan bahwa diri-Nya ada dalam misi Allah. Ia membawa diri-Nya sebagai “rumah Allah” yang menawarkan harapan dan kekuatan Allah yang membebaskan.

 

 

Apa yang diyakini Etty benar. Kita bukan sekadar manusia yang penuh kelemahan dan mudah berbuat salah, melainkan dalam diri kita terdapat kekuatan sekaligus misi Allah. Hal inilah yang selalu kita beritakan pada dunia. Diri setiap orang percaya adalah “rumah Allah” untuk menawarkan harapan dan kekuatan Allah yang membebaskan. Jadilah rumah bagi mereka yang berduka, bagi mereka yang haus dan lapar, bagi mereka yang sakit dan dalam penjara, bagi mereka yang disingkirkan dan orang asing.

 

 

DOA:

Allah Bapa yang penuh kasih karunia,

jadikan kami rumah-Mu; rumah bagi orang lain untuk menemukan

kekuatan dan harapan dalam-Mu. Amin.

Mzm. 16; Ul. 32:15-27, 39-43; Luk. 9:21-27

Multiple Ajax Calendar

June 2019
S M T W T F S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama