12
Jul

DORONGAN IRI HATI

Kisah Para Rasul 7:9-16

“Karena iri hati, 

bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir ….”

(Kis. 7:9)

 

 

 

Suatu hari, saya membaca postingan teman di grup whatsapp yang mengatakan, “Perasaan paling berbahaya adalah iri hati, karena iri hati melahirkan kebencian, dan kebencian akan membunuhmu perlahan.” Iri hati jika terus dipelihara dan diikuti memang bisa mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang pada akhirnya justru akan membawa pada penyesalan yang mendalam. Iri hati adalah sifat manusiawi, namun Tuhan memberikan hikmat pada manusia agar tidak dikuasai oleh sifat manusiawi itu.

 

 

Salah satu contoh tindakan yang didorong oleh perasaan iri hati adalah tindakan yang dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf. Tindakan yang akhirnya mengakibatkan penyesalan dan perasaan takut dalam diri mereka. Mereka takut berjumpa dengan Yusuf, adik mereka yang telah mereka jual karena iri hati. Meskipun peristiwa tersebut memiliki akhir kisah yang menyenangkan, namun Alkitab tetap mencatat bahwa iri hati merupakan motivasi yang buruk dalam diri saudara-saudara Yusuf yang mengakibatkan tindakan jahat. Oleh karenanya, kita harus berhati-hati terhadap perasaan iri hati yang kerap menghampiri manusia tanpa alasan. Iri hati sering kali muncul karena alasan-alasan sederhana dan jika dipelihara akan bertumbuh menjadi dorongan yang jahat.

 

 

Youth, iri hati sering kali muncul tanpa kita sadari. Belajar dari kisah saudara-saudara Yusuf, kita dapat belajar bagaimana mengenali perasaan dan mengendalikannya sebelum iri hati itu menguasai dan mengendalikan hidup kita.

 

 

  1. Apa alasan saudara-saudara Yusuf menjual Yusuf?
  2. Apakah Anda pernah merasa iri hati? Bagaimana cara Anda mengendalikan perasaan tersebut?

 

 

Pokok Doa: Mohon hikmat agar mampu mengendalikan perasaan iri hati.

 

Multiple Ajax Calendar

July 2019
S M T W T F S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama