16
Aug

LUPA BERSYUKUR

Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh,

kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,

lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.

(Luk. 17:15-16)

 

 

 

Bapak Balok, pria berumur 60 tahun ini bangun pagi sekali. Selanjutnya ia bersaat teduh secara pribadi, diakhiri dengan doa. Tepat pukul 06.00 ia keluar rumah. Dengan kendaraan roda dua ia pergi ke luar kota. Perjalanan kurang lebih 100 kilometer ditempuh dalam waktu 3 jam. Di sana ia bertemu dengan 4 orang relasi dagangnya. Ia berharap mereka akan memberikan pembayaran hutang yang tertunda. Tiga orang pertama yang dikunjunginya, ternyata gagal. Baru yang terakhir yang membayar hutangnya. Sungguh tak sesuai harapan. Oleh sebab itu, ia menggerutu dan bersungut-sungut selama beberapa hari.

 

 

Sobat Lansia, kurang bersyukur adalah gambaran banyak orang. Terkadang kita sudah diberkati, malah masih belum puas, tidak mengucap syukur. Sama seperti bacaan di atas, ternyata ada sembilan orang kusta yang disembuhkan tetapi mereka tak berterima kasih atau bersyukur. Hanya satu yang datang lagi untuk bersyukur. Sobat Lansia, bagaimana dengan kita? Apakah kita hanya bersyukur jika memperoleh rejeki atau berkat yang besar saja? Marilah, ingatlah senantiasa bahwa apa pun yang kita miliki itu pemberian Tuhan. Bersyukurlah senantiasa.TG

 

 

DOA:

Tuhan Yesus, tolong hamba-Mu agar tetap mau bersyukur

meski pemberian-Mu tidak sesuai dengan harapan kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

August 2019
S M T W T F S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama