9
Nov

TIDAK ADA TEMPAT

Lukas 2:1-7

… karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

(Lukas 2:7)

 

 

 

Di tempat-tempat tertentu, orang cacat, manula, wanita hamil atau anak-anak, selalu menjadi prioritas. Misalnya saja, saat kursi di dalam bus sudah penuh, lalu ada penumpang dalam kondisi hamil, biasanya tidak lama kemudian ada orang yang memberikan tempat duduknya untuk penumpang yang hamil tersebut. Bukan hanya satu orang, barangkali ada banyak orang yang rela memberikan tempat duduknya. Mengapa? Karena orang mengerti bahwa hamil adalah kondisi yang berat bagi perempuan. Maka, sebisa mungkin jangan sampai rasa lelah atau capek mengganggu kondisi perempuan yang hamil tersebut. Itulah sebabnya mengapa orang hamil selalu mendapat prioritas, dan banyak orang tidak keberatan memprioritaskan perempuan hamil untuk menikmati fasilitas umum.

 

 

Mari kita bandingkan dengan kondisi kehamilan Maria dan kelahiran Yesus. Kondisinya sungguh jauh dari yang diharapkan semua orang. Kemungkinan besar, Yusuf dan Maria juga tak pernah menyangka akan terjadi seperti itu. Saat-saat menjadi suami SIAGA (Siap Antar Jaga), Yusuf malah harus ikut sensus penduduk. Mereka harus pergi dari kota Nazaret ke kota Betlehem. Tiba di kota Betlehem, tidak ada tempat penginapan yang tersedia, semuanya penuh. Tak ada tempat bagi mereka sampai saat detik-detik Maria menuju persalinan. Akhirnya, Tuhan Yesus lahir tidak seperti bayi lahir pada umumnya; Tuhan Yesus lahir di kandang dan dibalut kain lampin di sebuah palungan.

 

 

Kelahiran Tuhan Yesus sungguh sangat sederhana. Ia tidak lahir dengan fasilitas rumah sakit. Ia juga tidak lahir di tengah kemewahan dunia sebagai seorang Raja. Ia lahir sebagai seorang bayi yang sederhana karena Ia mau merasakan pergumulan manusia. Itulah sebabnya, kamu harus percaya bahwa kamu selalu jadi prioritas bagi Dia. Kamu selalu punya tempat di hati-Nya.

Multiple Ajax Calendar

November 2019
S M T W T F S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama