10
Nov

MERASA PALING BENAR

Lukas 20:27-38

“… siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya

pada hari kebangkitan?”

(Luk. 20:33)

 

 

 

Orang-orang Saduki dikenal sebagai pembelajar yang mengutamakan logika dalam berdiskusi. Mereka meragukan konsep kebangkitan. Lalu, mereka menanyakan hal ini pada Yesus. Mereka ingin mengetahui jawaban Yesus dan mempermalukan Dia. Mereka yakin jawaban Yesus tidak masuk di akal dan konyol. Namun, Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan elegan dan menawan. Pertama, Yesus mengatakan bahwa yang akan mendapat bagian di dunia yang lain itu, hanyalah mereka yang layak menerimanya (ay. 35). Kemudian, kehidupan di dunia ini berbeda dengan yang ada nanti. Anak-anak manusia akan saling mengenal, namun ikatan yang dibangun dan kematian tidak lagi dikenal (ay. 36). Hal ini jugalah yang sudah orang banyak dengar dari nas tentang Musa di semak berduri.

 

 

Sering kali kita hanya ingin mendengar apa yang ingin kita dengar. Jika hal itu tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita menutup telinga dan ruang diskusi. Karena itu, bagaimanapun kebenaran itu disampaikan, mereka tidak akan mau mendengar. Sejak awal orang-orang Saduki sudah berniat mempermalukan Yesus dengan jawaban-Nya. Namun sebaliknya, justru orang Saduki yang dipermalukan dan tidak lagi berani bertanya, sebab bahkan para ahli Taurat setuju dengan jawaban Yesus.

 

 

Youth, berbeda pendapat itu tidak masalah, bahkan diperlukan. Namun, seharusnya perbedaan pendapat menuntun kita dalam diskusi yang sehat. Mengomunikasikan pikiran kita dan mendengarkan orang lain, akan membuat kita semakin kaya dengan pengetahuan dan kebenaran.

 

 

  1. Mengapa orang Saduki hendak mempermalukan Yesus?
  2. Apa yang membuat Anda enggan mendengarkan pendapat orang lain?

 

 

Pokok Doa: Belajar menerima perbedaan pendapat.

Multiple Ajax Calendar

November 2019
S M T W T F S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama