20
Nov

BUDAYA MALU

Yehezkiel 43:1-12

… agar mereka menjadi malu melihat kesalahan-kesalahan mereka ….

(Yeh. 43:10)

 

 

 

Selain keramahtamahan dan keindahan alamnya, negara kita juga terkenal dengan budaya malunya. Meskipun dalam aplikasinya, sering kali budaya malu dimanipulasi untuk berbagai tujuan. Laki-laki tidak boleh menangis karena dianggap memalukan, perempuan harus menikah sebelum usia tiga puluh agar tidak mempermalukan keluarga, anak-anak tidak boleh mempelajari seksualitasnya karena dianggap tidak sopan, dan lain-lain. Contoh-contoh di atas adalah pemelintiran makna budaya malu yang sering dilakukan oleh masyarakat kita. Hal-hal yang dirasa akan mengganggu kestabilan hidup bermasyarakat karena sudah lama diatur demikian dikenakan cap malu. Tujuannya ialah orang tidak akan melakukannya, meskipun bukan demikian yang sebenarnya.

 

 

Melalui Nabi Yehezkiel, Allah berfirman kepada bangsa Israel. Ia meminta Yehezkiel untuk menerangkan tentang kesucian Bait Allah kepada kaum Israel, agar nyata bagi mereka kesalahan dan dosa mereka selama ini. Kekudusan Bait Allah dipertentangkan dengan dosa yang mereka perbuat. Allah ingin mereka menjadi malu akan kesalahan mereka dan berbalik kepada kekudusan Allah seperti yang terlihat dalam Bait Allah.

 

 

Youth, budaya malu adalah hal yang baik ketika ia dilekatkan pada perkara yang tepat. Yang seharusnya membuat kita malu bukan karena laki-laki menangis atau perempuan belum menikah, melainkan kesalahan dan dosa yang kita perbuat. Allah ingin agar kita menjadi orang-orang yang takut akan Dia, senantiasa mengevaluasi diri, mengakui kesalahan dan bertobat. Rasa malu karena berbuat salah harus mendorong kita untuk berbuat lebih baik lagi.

 

 

  1. Mengapa Allah ingin Yehezkiel menjelaskan Bait Allah kepada Israel?
  2. Hal apa sajakah yang sering membuat kamu merasa malu? Mengapa?

 

 

Pokok Doa: Malu saat berbuat salah dan bertobat.

Multiple Ajax Calendar

November 2019
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama