21
Nov

MENDENGAR APA YANG INGIN DIDENGAR

2 Tawarikh 18:12-22

“Tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku ….”

(2Taw. 18:17)

 

 

 

Diskusi adalah tempat yang baik untuk kita dapat menuangkan pikiran dan pendapat kita. Pikiran dan pendapat itu kemudian diperluas dan dimatangkan dengan adanya berbagai pikiran dan tanggapan lain. Karena itu, diskusi tidak melulu soal pendapat siapa yang paling benar atau yang paling didengar. Namun, ada saja orang yang beranggapan bahwa diskusi yang baik adalah diskusi yang mendengarkan dan membenarkan pendapatnya. Karena itu, pendapat orang lain dianggap salah dan ditentang.

 

 

Raja Ahab geram karena Mikha dianggap tidak pernah memberikan nubuat baik kepada-Nya. Dia ingin maju berperang bersama dengan Yosafat, karena itu ia memanggil empat ratus orang nabi untuk menanyakan firman Tuhan tentang rencana mereka itu. Tentu saja yang ingin dia dengar adalah bahwa Tuhan akan memenangkan mereka atas perang itu. Maka, demikianlah yang disampaikan seluruh nabi yang dia panggil itu, kecuali Nabi Mikha yang dituduh oleh Ahab tidak pernah menyampaikan nubuat baik tentang dia. Benar saja, Nabi Mikha menyampaikan firman Tuhan yang tidak sesuai dengan keinginan Ahab. Mikha menyampaikan bahwa Tuhan sudah menetapkan malapetaka bagi Ahab, Yosafat dan pasukannya, jika mereka maju berperang.

 

 

Youth, mendengarkan adalah awal komunikasi yang baik. Bisa jadi, hal yang kita dengar adalah hal yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi seperti kata pepatah “manis jangan langsung ditelan, pahit jangan segera dibuang.” Bisa jadi apa yang tidak ingin kita dengar itu, justru adalah cara Tuhan untuk berbicara pada kita. Selamat mendengar!

 

 

  1. Mengapa Raja Ahab tidak mau mendengarkan nubuat Nabi Mikha?
  2. Apa hambatan untuk mendengarkan pendapat orang lain?

 

 

Pokok Doa: Menjadi anak muda yang pandai mendengar dan bersikap.

Multiple Ajax Calendar

November 2019
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama