22
Nov

TEOLOGI PENGHARAPAN

1 Petrus 1:3-9

… kepada suatu hidup yang penuh pengharapan ….

(1Ptr. 1:3)

 

 

 

Tokoh Teologi Pengharapan, Jϋrgen Moltmann mengatakan, “Totally without hope, one cannot live. To live without hope is to cease to live.” Entah kita sadari atau tidak, sesungguhnya, setiap hari yang kita jalani adalah hidup yang diisi dengan harapan. Kita bertahan menjalani hidup, karena kita menaruh pengharapan pada Tuhan untuk menjaga dan memelihara hidup kita. Sebagai contoh, tidak ada seorang pedagang pun yang tahu dagangannya akan laku atau tidak hari ini. Tetapi, pengharapannya membuat dia tetap berangkat berdagang. Tidak ada seorang pun yang tahu apakah akan tiba di kantor dengan selamat atau tidak. Tetapi, pengharapan akan keselamatan membuat kita tetap berangkat ke kantor.

 

 

Pengharapan menjadi tema penting dalam menantikan kedatangan sang Juruselamat dunia. Menurut Petrus, masa penantian adalah waktu yang harus diisi dengan sukacita dan pengharapan. Berbeda halnya jika kita menantikan sesuatu yang tidak pasti, kedatangan Juruselamat adalah pasti. Kepastian itu memberi pengharapan bagi orang percaya dan sukacita yang berlimpah, bahkan meskipun harus menanggung berbagai pencobaan selama masa penantian itu.

 

 

Youth, pengharapan adalah mesin penggerak hidup kita. Pengharapan akan Tuhan akan terlihat lewat sikap hidup kita. Tuhan ingin agar kita menjadi orang-orang yang positif dan produktif. Mengapa demikian? Sebab Tuhan yang kita harapkan adalah Tuhan yang selalu berkarya, memelihara, melakukan kebaikan dan kasih. Perbuatan kita mencerminkan kepada siapa kita berharap dan beriman. Berharap kepada Tuhan berarti memelihara kehidupan yang baik.

 

 

  1. Apakah arti hidup yang penuh pengharapan itu?
  2. Mengapa kita perlu memelihara pengharapan kepada Tuhan?

 

 

Pokok Doa: Dimampukan untuk senantiasa berharap kepada Tuhan.

Multiple Ajax Calendar

November 2019
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama