28
Nov

IKUTLAH AKU

Lukas 5:27-32

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit ….”

(Lukas 5:31)

 

 

 

Mungkin kita pernah merasa sangat lapar karena kita belum makan dari pagi sampai malam. Ketika kita sangat lapar, tentu makan apa saja terasa sangat enak. Ketika kita lapar, kita tidak lagi bicara soal rasa, tetapi soal kenyang. Orang lapar butuh makan. Sebaliknya, orang yang kenyang, diberi makanan yang lezat pun tidak akan merasa nikmat. Bahkan, mungkin tidak mau memakannya. Mengapa? Karena orang kenyang tidak butuh makan.

 

 

Bicara soal kebutuhan, di dalam Lukas 5:31 dikatakan, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Itulah perkataan Yesus kepada orang-orang Farisi. Pada saat itu, seorang pemungut cukai dipandang sebagai orang berdosa. Bahkan, mereka dipandang sebagai penyakit masyarakat. Pemungut cukai biasanya kaya karena berhubungan dengan pajak negara, bahkan mendapat uang yang besar dari pajak itu. Artinya, secara hukum Yahudi, mereka sering kali dipandang juga sebagai lintah darat atau rentenir. Stigma tentang pemungut cukai selalu berbuat curang dan dipandang berdosa lambat laun seperti cap atau stempel dalam hidup mereka. Di mana ada pemungut cukai, di situ ada dosa. Jika ada sekelompok pemungut cukai yang makan bersama, berarti di situ juga ada kelompok orang-orang berdosa.

 

 

Kamu bisa bayangkan apabila setiap hari kamu dipandang sebagai orang berdosa dan bersalah, bukankah itu menyakitkan dan memuakkan? Bayangkan juga, di antara begitu banyak orang yang tidak menyukaimu ternyata masih ada orang yang mengasihimu, bahkan mau mengajak kamu. Bukankah itu menarik? Maka, sangat wajar kalau pemungut cukai itu kemudian berani meninggalkan miliknya dan mengikut Yesus, karena hidupnya sudah dipulihkan. Hidup yang dipulihkan selalu membuat orang menemukan keberanian. Percayalah, dikasihi membuat kamu kuat, mengasihi membuat kamu berani!

Multiple Ajax Calendar

November 2019
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama