4
Dec

MISKIN KOK BAHAGIA?

Matius 5:3

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”

(Matius 5:3)

 

 

Beberapa waktu lalu, kami bersama dengan rekan-rekan pemuda di gereja berangkat camp pemuda. Kegiatan yang berlangsung dua tahun sekali ini tetap membuat kami antusias. Kami bisa bertumbuh dalam firman Tuhan melalui setiap sesi yang disampaikan. Kami pun dapat saling berbaur dan sharing pergumulan yang kami hadapi. Tema camp pemuda waktu itu bicara soal “Perspective” (Sudut Pandang). Bagaimana sebagai rekan-rekan muda memiliki sudut pandang Allah ketika menjalani hidup yang dianugerahkan? Jujur… tidak mudah bagi kami untuk masuk dalam pemahaman tersebut. Bukankah ketika kita menghadapi persoalan, kesulitan, tak jarang kita mengatakan, “Tuhan nggak sayang sama aku,” atau segala hal yang terkait dengan itu?

 

 

Belajar memahami maksud Tuhan, ini pula yang diungkap dalam Matius 5:3, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah ….” Dalam bahasa Yunani, ada 2 kata untuk kata miskin. Pertama, penes, yaitu miskin dalam arti tidak kaya, tidak mempunyai banyak harta, hidup sederhana. Kedua, ptokhos, yaitu miskin dalam arti sangat miskin (kemiskinan mutlak), tidak mempunyai apa-apa, dan apabila tidak ditolong maka ia akan mati kelaparan. Pada ayat 3, kata miskin yang digunakan adalah ptokhos . Namun, ayat ini berlanjut “miskin di hadapan Allah.” Frasa di hadapan Allah sebetulnya adalah “dalam roh” atau “in the spirit.” Miskin dalam roh menggambarkan orang-orang yang rendah hati, dan memiliki kebergantungan penuh kepada Allah. Inilah yang membuat mereka berbahagia.

 

 

Sudut pandang inilah yang juga mestinya kamu miliki. Bukan tidak mungkin, saat ini kamu memiliki keterbatasan secara materi. Akan tetapi, ketika kamu hidup dalam perspektif Allah, maka kamu tetap bisa bersyukur dan berbahagia. Mengapa? Karena ada Tuhan di dalamnya.

Multiple Ajax Calendar

December 2019
S M T W T F S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama