Wednesday, 07 May 2008 12:30 

News

Bina Pemilu

03 March 2009

“Cerdas, Bertanggung Jawab, Berpartisipasi Dalam Pemilu 2009”

Dalam upaya membekali dan memperlengkapi warga gereja khususnya warga di lingkungan Sinode GKI Wilayah Jabar (Jawa Barat)  menghadapi Pemilu (Pemilihan Umum), maka pada tanggal 7 Februari 2009 di aula SMAK I BPK Penabur diadakan Bina Pemilu. Mengambil topik  “Cerdas, Bertanggung Jawab, Berpartisipasi Dalam Pemilu 2009.”

 

Bina Pemilu, diawali dengan menyanyikan secara bersama-sama lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” dan Mars GKI “Berderaplah Satu”. Menghadirkan tiga pembicara dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) DR. Saiful Mujani, pengamat politik dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies) J. Kristiadi, Pdt. Kuntadi Sumadikarya mewakili Sinode GKI Wilayah Jabar serta Pdt. Cucu Rustandi sebagai moderator.

 

“Gereja adalah bagian integral dari proses berbangsa dan bernegara untuk itu Gereja harus terarah ke dunia, tidak boleh menutup mata terhadap kejadian-kejadian dari proses demokrasi yang dilewati bangsa dan negara dimana gereja ditempatkan,” kata Pdt. Santoni dalam renungannya sebelum memasuki sesi-sesi dari pembicara.

 

Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif DR. Saiful Mujani terhadap masyarakat yang berpendidikan SD, apakah hasil pemilu akan memperbaiki kehidupan bangsa atau tidak? 71% mengatakan ya, Pemilu akan memperbaiki kehidupan bangsa. Ketika ditanyakan sesuai agamanya, hampir semua agama optimis dengan prosentasi beragama Islam 69%, Kristen 73% dan Katolik 63%. Mayoritas yang disurvei juga akan menggunakan haknya untuk ikut dalam pemilu anggota legislatif (96%) dan pemilu presiden (98%).

 

Dalam kesempatan sama, J. Kristiadi pengamat politik dari CSIS menekankan besarnya harapan masyarakat, pemilu bisa berdampak langsung terhadap perbaikan kesejahteraan mereka. Akan tetapi sayangnya hal itu sampai sekarang tidak kunjung terwujud.

”Rakyat belum merasakan secara konkrit hasil dari sebuah tatanan politik yang seharusnya  para pemimpin rakyat mempunyai komitmen mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kristiadi. “Yang terjadi Justru sebaliknya sikap sebagian elit politik, sebagai pemegang mandat kedaulatan rakyat, sebagian besar menyalahgunakan kekuasaan yang dipercayakan kepada mereka.”

 

Untuk itu rakyat harus cerdas dalam memilih, “jangan pilih yang satu agama, pilihlah partai yang berplatform nasionalis/Pancasila, pilihlah wakil rakyat yang bervisi kesejahteraan rakyat, kemajemukan dan kesetaraan dan memperjuangkan kepentingan orang banyak. Jangan golput jadilah warga negara yang bertanggungjawab,” pesan Pdt. Kuntadi Sumadikarya, ketua Sinode GKI Wilayah Jabar.  

 

Bina Pemilu diakhiri dengan sesi tanya jawab. (J)


Kembali ke News