Wednesday, 07 May 2008 12:30 

News

Emeritasi Pendeta

20 March 2009

Ia Membuat Segala Sesuatu Indah Pada Waktunya
 

Aku melayangkan pandanganku ke gunung-gunung; darimanakah akan datang pertolonganku? pertolonganku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, Mazmur 121 tersebut menjadi penghantar Pdt. Purboyo Susilaradeya menyampaikan firman Tuhan. “Manusia dikaruniai kemampuan yang unik untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru, untuk memasuki proses tersebut tidaklah sederhana dan tidaklah gampang dibutuhkan kemampuan menyesuaikan diri dan penyerahan diri kepada Tuhan sebagai sumber pertolongan.”
Pdt. Anthoinette Winata baru berusia 47 tahun sewaktu dilakukan kebaktian emeritasi pada hari Senin, 2 Maret 2009 di GKI Gunung Sahari. Pertanyaannya, kenapa di usia yang belum mencapai batas usia emeritus sudah di emeritasi? jawaban dari pertanyaan tersebut tertulis di biodata beliau, “Saya menjalani operasi pengangkatan Tumor di payudara kanan, kemudian disusul dengan berbagai operasi mulai dari yang ringan seperti amandel sampai yang berat, memperbaiki saluran ginjal ke kantung kemih yang terjahit pada saat saya menjalani operasi histerectomi tahun 2002. Inilah operasi yang saya rasakan sungguh besar, karena dalam 10 bulan saya harus menjalani 5 kali operasi. Jadi secara total saya sudah melakukan 15 kali operasi.”
Majelis Jemaat GKI Gunung Sahari berharap “Apabila pada saat ini, Pdt. Anthoinette Winata memasuki masa Emeritasi lebih cepat dari waktunya karena alasan kondisi kesehatan, biarlah kita berharap kepada Tuhan Yesus sang kepala gereja agar Ia menuntun kita semua, baik Pdt. Anthoinette Winata dan keluarga, rekan-rekan sepelayanan dan juga umat Tuhan untuk melihat keindahan rencanaNya yang selalu datang tepat pada waktunya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”
Pasti ada yang berubah, tetapi apakah perubahan tersebut harus ditanggapi secara melankolik? sebab bisa juga perubahan tersebut dianggap sebagai sebuah kesempatan untuk melakukan berbagai hal yang selama ini masih tertunda demikian yang tertulis dalam kata sambutan Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Kristen Indonesia (BPMS GKI).
Kebaktian Emeritasi Pdt. Anthoinette Winata berlangsung khidmat dalam waktu yang singkat, satu jam. Dimeriahkan puji-pujian dari Paduan Suara Gema Kasih, Vocal Group G4 Voice dan lantunan Paduan Suara Kelompok Kerja Kesenian yang syairnya antara lain berbunyi, “Tiada seekor burung jatuh atau sehelai rambutmu lenyap, tanpa Allah mu tahu; tiada ranting yang kan terkulai dan patah oleh angin yang menerpa, tanpa Allah mu tahu...” (J)
 


Kembali ke News