7
Jul

ADA WAKTUNYA

Yohanes 7:1-9

“Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.”

(Yoh. 7:6)

 

Pengkhotbah mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya. Manusia hidup di dalam putaran waktu. Dan perubahan senantiasa mewarnai perjalanan manusia di dalam waktu tersebut. Di dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut, manusia perlu bijaksana dalam mengelola waktunya. Dengan kata lain, kita perlu menata diri kita sesuai dengan putaran waktu.

 

Yesus menata waktu-Nya. Ketika orang-orang Yahudi menolak-Nya, bahkan saudara-saudara-Nya pun tidak percaya kepada-Nya, Ia tidak serta-merta goyah dengan rencana-Nya. Yesus mengatakan, “Waktu-Ku belum tiba.” Yesus secara tegas ingin menyatakan bahwa perbuatan-perbuatan yang dilakukan-Nya bukanlah untuk diakui di muka umum. Yesus tidak sedang mencari popularitas. Yesus menunggu waktu yang tepat untuk dapat mengajar dan berkarya secara lebih luas. Yesus menyadari bahwa keberadaan diri-Nya akan mengusik orang-orang Yahudi, dan pada akhirnya, Ia akan diserahkan kepada mereka untuk dihukum mati. Di sinilah kesenjangan antara pemikiran Yesus dengan pemikiran saudara-saudara-Nya. Yesus mengetahui bahwa akan tiba waktu penggenapannya, yaitu kematian-Nya, sementara saudara-saudara-Nya tidak menyadari akan hal itu.

 

Sebagai manusia, kita terikat oleh waktu. Lalu, pada akhirnya, kita pun akan menghadapi ajal kita. Sudahkah kita menata diri dalam menghadapi akhir hidup kita? Sudahkah kita mengelola waktu kita dengan bijaksana?

 

REFLEKSI :

Kita tidak tahu sampai kapan kita hidup di dunia ini. Namun, kita tahu bahwa Allah memberikan kita waktu untuk berkarya bagi-Nya.

 

Mzm. 119:81-88; Yer. 16:14-21; Yoh. 7:1-9

Multiple Ajax Calendar