5
Aug

Ada Gajah di Matamu

Lukas 6:37-42

“Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu
sendiri tidak engkau ketahui?”

(Lukas 6:41)

 

 

Sebel enggak sih kalau punya teman yang selalu merasa paling benar? Teman yang seperti itu pasti selalu menganggap orang lain bodoh, salah, dan tak punya kelebihan. Walaupun ia melakukan kesalahan, ia pasti tak akan mau mengakuinya. Apakah kamu memiliki teman yang seperti itu? Atau, malah kamu yang bersikap begitu? Ih, enggak banget deh, ya!

 

Di zaman Yesus ada kelompok orang yang selalu menganggap dirinya paling baik, benar, dan suci. Mereka adalah orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka memang para pemimpin agama di masa itu. Mereka bisa dikenali melalui pakaiannya yang berbeda dari pakaian rakyat jelata. Orang Farisi dan ahli Taurat selalu menganggap orang lain adalah orang berdosa. Menurut pemahaman mereka, hanya merekalah yang baik dan benar di hadapan Allah. Mereka pun sering menghakimi orang lain. Mereka mengkritik, mencela, dan menyalahkan sikap orang lain. Padahal, belum tentu mereka yang suka melontarkan kritik sudah bersikap lebih benar. Di banyak bagian Alkitab sering diceritakan bagaimana Yesus berselisih paham dengan mereka. Dalam teks Alkitab hari ini, Yesus dengan tegas menasihati agar murid-murid-Nya tidak bersikap menghakimi. Yesus menasihati agar masing-masing orang fokus memperbaiki sikap hidup diri sendiri ketimbang menghakimi sikap hidup orang lain.

 

Teens, ada peribahasa demikian, “Semut di seberang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tak tampak.” Peribahasa ini dengan tepat menggambarkan sikap intoleransi, yaitu suka menghakimi orang lain. Orang yang bersikap intoleran selalu bisa melihat kekurangan orang lain dan gagal melihat kekurangan diri sendiri. Tak pernah bisa melihat kelebihan orang lain dan selalu membanggakan kelebihan diri sendiri. Jadi, sebelum kamu mencari semut di mata orang lain, coba perhatikan, adakah gajah di matamu?

Multiple Ajax Calendar

August 2022
S M T W T F S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama