11
Nov

MENGUCAP SYUKUR

2 Tesalonika 1:3-12

Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah …. Dan memang patutlah demikian, …

(2Tes. 1:3)

 

 

Entah jumlahnya besar atau kecil, umumnya kita pernah berutang uang. Kita mungkin pernah berutang uang ke teman atau saudara. Kita mungkin saja pernah berutang ke bank. Saat kita memiliki utang kita tentu mempunyai kewajiban untuk melunasinya. Kita harus membayar utang itu sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada si pemberi utang.

 

Sungguh menarik ketika konsep tentang “utang” diadopsi dalam nas renungan hari ini. Pertama, kata “wajib” dalam bahasa Yunani-nya memiliki etimologi dari kata “utang”. Saat seseorang memiliki utang, tidak ada pilihan lain kecuali ia harus membayarnya. Dalam konteks ini, Paulus merasa dirinya berutang ucapan syukur kepada Allah. Kedua, frasa “memang patutlah demikian” dalam teks bahasa Yunani-nya dapat diartikan “dan sudah sepantasnya”. Jadi, Paulus hendak mengatakan bahwa ia berutang ucapan syukur kepada Allah dan harus melunasi utangnya ini; dan sudah sepantasnya ia berutang ucapan syukur dan membayar utang itu karena doa-doanya yang sudah dijawab Allah, yang telah memberikan pertumbuhan kepada jemaat Tesalonika.

 

Youth, tak jarang kita sulit mengucap syukur; seolah-olah hidup kita terlampau berat sampai-sampai tidak memiliki alasan mengucap syukur. Namun, cobalah ingat: Sejak kita lahir hingga saat ini, sudah berapa banyakkah doa kita yang dijawab oleh Allah? Bukankah sebenarnya kita memiliki begitu banyak alasan mengucap syukur kepada Allah? Karena itu, saat mengawali dan mengakhiri hari ini, kita wajib mengucap syukur kepada Allah sebab sudah sepantasnyalah kita berbuat demikian.

 

1. Mengapa Paulus merasa wajib selalu mengucap syukur kepada Allah?

2. Hal apa saja yang terjadi pada Anda hari ini? Bersyukurkah Anda atas hal itu?

 

 

Pokok Doa:

Kesadaran untuk selalu mengucap syukur kepada Allah.

Multiple Ajax Calendar

November 2022
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama