
BERSIKAP TEGAS

“Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu.”
(Hakim-hakim 4:14)
Kerja kelompok bersama Bandi tidaklah mudah bagi Kiki. Ketika seluruh anggota kelompok berdiskusi mencari ide, Bandi asyik bermain dengan penanya. Tak sepatah kata pun keluar ide dari mulutnya. “Bagaimana menurutmu, Bandi?” Kiki mencoba mengajak Bandi ikut terlibat. “Terserah… aku ikut saja, deh!” kata Bandi. “Kalau begitu namamu tidak akan dicantumkan dalam laporan tugas kelompok,” ujar Kiki tegas.
Adik-adik, sikap Kiki itu adalah sikap yang tegas. Mari kita baca Hakim-hakim 4:14-16! Debora berjumpa dengan Barak yang ragu melakukan tugasnya. Padahal jelas, Tuhan memerintahkan untuk maju bergerak menyerang Sisera. Setelah diingatkan Debora, Barak masih ragu untuk melakukan perintah Tuhan. Keraguan Barak tidak memengaruhi Debora. Debora tetap maju, dan akhirnya Barak mengikuti Debora.
Adik-adik, bersikap tegas itu berarti mengutarakan sesuatu secara langsung, jujur dan tepat. Kiki dan Debora menjadi contoh bagi kita untuk bersikap tegas. Ayo kita belajar bersikap tegas!
Doa:
Bapa di Surga, ajar aku untuk bersikap tegas kepada teman yang tidak mau melakukan tugasnya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama