TAHU DIRI
Bacaan: Yohanes 1:19-28

“… Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.”
(Yohanes 1:27)
Edmund Hillary adalah pendaki pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia. Tenzing Norgay berperan penting di balik kesuksesan Edmund. Sebagai pemandu, ia mempunyai kesempatan untuk menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak. Namun, ia tidak melakukannya. Dalam sebuah wawancara ia berkata, “Ketika tinggal satu langkah menuju puncak, saya mempersilakan Edmund untuk menjejakkan kaki terlebih dahulu, sebab tugas saya adalah memandunya.” Tenzing menyadari perannya. Ia tidak mau mengambil prestasi Edmund, sekalipun memiliki kesempatan.
Yohanes Pembaptis menyadari perannya sebagai pembuka jalan. Itu sebabnya, sekalipun ia memiliki kesempatan untuk terkenal dan dielu-elukan orang, ia tidak mengambilnya. Ia tahu bahwa dirinya bukan Mesias, Elia, ataupun nabi yang akan datang. Ia tahu bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Dengan rendah hati, ia berkata bahwa membuka tali kasut-Nya pun ia tidak layak.
Sahabat Senior, tentu kita telah melakukan banyak pelayanan. Mari kita menyadari bahwa Tuhanlah yang memampukan kita untuk melakukannya. Jika kita dapat berbagi dan membantu sesama, itu pun karena Tuhan telah memberkati kita. Kita perlu selalu menyadari siapa diri kita di hadapan Allah dan sesama.
DOA:
Tuhan, tolong ingatkan kami bahwa Engkaulah yang memampukan kami untuk melakukan segala sesuatu
dalam hidup ini. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 75.000,-/tahun
Rp. 12.500,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama