Menumbuhkan Firman Tuhan
Matius 13:1-23

βYang ditaburkan di tanah yang baik artinya orang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.β
(Matius 13:23)
Setiap hari Minggu, kita terbiasa pergi ke gereja untuk beribadah. Namun, karena sudah terbiasa dan menjadi kegiatan rutin, sering kali peribadahan terasa seperti rutinitas biasa. Datang ke gereja, bernyanyi, mendengarkan firman Tuhan, lalu pulang. Karena dianggap rutinitas, kadang firman yang didengar pun seolah terlupakan setelah peribadahan selesai. Jika demikian, bagaimana firman Tuhan dapat bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan kita sehari-hari?
Dalam perumpamaan-Nya, Tuhan Yesus menceritakan tentang benih yang ditaburkan dan jatuh di tanah yang berbeda-beda. Ada yang jatuh di pinggir jalan, di tanah berbatu, di tengah semak duri, dan di tanah yang subur. Benih yang ditaburkan adalah firman Tuhan, dan tanah tempat benih itu jatuh melambangkan setiap orang yang menerima firman tersebut. Benih baru akan bertumbuh dengan baik jika jatuh di tanah yang subur, yang tidak dimakan burung, yang tanahnya cukup dalam sehingga bisa berakar kuat, serta tidak terhimpit semak duri. Tanah yang subur menggambarkan hati yang siap menerima firman, yang tidak terganggu oleh apa pun, sehingga firman itu dapat berakar dan bertumbuh dengan baik, lalu menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari. Tanah inilah yang perlu kita usahakan agar kita miliki, supaya dapat bertumbuh dalam firman Tuhan.
Jika peribadahan hanya dijalani sebagai rutinitas, sudah pasti firman Tuhan tidak akan bertumbuh dalam diri kita. Firman hanya dapat berakar jika kita sungguh- sungguh membuka diri untuk mendengarkan dan merawatnya dengan baik. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan ialah meninggalkan hal-hal yang dapat mengganggu fokus kita saat menerima firman, sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk disapa oleh firman-Nya, sehingga firman itu dapat berakar kuat, bertumbuh, dan berbuah.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 65.000,-/tahun
Rp. 7.500,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama