26
Feb

MENERTAWAKAN DIRI

Amsal 14:10-13

Di dalam tertawa pun hati dapat merana,

dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan.

(Amsal 14:13)






Teens, apakah kamu punya idola seorang komedian? Atau kamu justru ingin menjadi komika (stand-up comedian)? Di Indonesia ada Panji, Raditya Dika, Ernest, Dodit, dan sebagainya. Di luar negeri ada Peter Rusell, Hasan Minhaj, Hannah Gadsby, dan lain-lain. Banyak orang sekarang butuh dihibur, dikocok perutnya. Konon, humor yang paling baik berasal dari keresahan pribadi maupun kondisi sosial. Seseorang komedian lucu secara original karena menyampaikan materi yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Singkat kata, mereka berhasil menertawakan diri mereka untuk hidup berdamai dengan hidup itu sendiri. Ada ungkapan “when we laugh, we are laughing along with the earth.” Artinya, ketika kita tertawa, sesungguhnya kita tertawa bersama dengan semesta.




Petuah bijak dalam Amsal 14 khususnya ayat 10 dan 12 perlu kita hayati dengan baik. Hati mengenal kepedihannya sendiri. Mirip dengan ujaran Pascal, “Hati memiliki logikanya sendiri.” Barangkali tidak masuk akal bahwa di dalam penderitaan ada tawa. Namun, hati punya logikanya sendiri. “Di dalam tertawa pun, hati dapat merana” (ay. 13). Sekarang kita tahu bahwa Tuhan memberikan banyak alat atau cara untuk menolong kita menghadapi penderitaan. Salah satunya adalah dengan menertawainya. 




Kita mampu menertawakan kesedihan, kekurangan, bahkan tragedi yang tidak mungkin dihindari. Kita tertawa bukan karena kondisi-kondisi itu lucu. Melainkan, kita tertawa karena kita mampu memandangnya dari sudut pandang lain. Tertawa adalah tentang menghargai kehidupan yang tidak sempurna. Jika tidak percaya, cobalah menonton video YouTube tentang Kang Didi, seorang tukang batu miskin yang menertawakan kemiskinannya. Kang Didi membuat para penonton tertawa, tetapi juga prihatin. Namun, yang paling penting, kita makin sadar bahwa hidup memang tidak sempurna. Kita berdamai dengannya.

 

Multiple Ajax Calendar

February 2021
S M T W T F S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama