19
Jan

KEDEWASAAN IMAN

Lukas 5:33-39

“Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.”

(Luk. 5:38)

 

 

Gendis adalah seorang calon pendeta. Ia akrab dengan setiap orang, termasuk pemuda-pemudi kampung yang sering mabuk-mabukan. Ia sering berbincang dengan mereka. Ada warga jemaat yang memberikan komentar negatif. Mereka berpendapat tidak baik bergaul dengan pemabuk. Dengan sopan Gendis merespons bahwa statusnya tidak membatasinya untuk berinteraksi dengan siapa pun. Ia justru bersyukur bisa diterima dan berbincang dengan mereka sehingga tahu pergumulan mereka dan turut mendoakan kehidupan mereka.

 

Ajaran agama punya kekuatan untuk mendewasakan cara pandang. Hal itu terjadi jika agama benar-benar dihayati sebagai tuntunan hidup. Para pengikut orang Farisi dan ahli-ahli Taurat melakukan hal sebaliknya saat mengkritik Yesus dan murid-murid-Nya. Mereka memakai ajaran dan tradisi untuk menghakimi orang lain tentang praktik berpuasa. Yesus merespons mereka dengan mengingatkan bahwa anggur baru harus ditempatkan pada kantong yang baru. Jika anggur baru yang masih dalam proses fermentasi ditaruh di kantong yang lama, maka kantong itu akan rusak dan anggurnya terbuang sia-sia. Begitu juga dengan manusia. Percuma beragama dan mengenal ajaran Allah jika perilakunya tetap dikuasai cara pandang lama, yaitu menghakimi orang lain.

 

Youth, ketika kita mengenal dan mengalami kasih Kristus, paradigma kita tentang diri sendiri, sesama, dan Allah semestinya diperbarui. Kasih Allah akan menjadi “kacamata” baru. Kita akan bersedia belajar untuk memahami dan mengasihi diri sendiri, sesama, seluruh ciptaan, dan Allah. Jadilah pribadi yang mau terus diperbarui oleh cinta kasih Allah yang kita imani.

 

1. Bagaimana cara Yesus menghayati ajaran keagamaan?

2. Apakah orang yang taat beragama pasti memiliki iman yang dewasa?

 

 

Pokok Doa : Kedewasaan iman dalam beragama.

Multiple Ajax Calendar

January 2022
S M T W T F S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama