23
Feb

Takut Dikritik

2 Samuel 12:1-14

Lalu berkatalah Daud kepada Natan:
“Aku sudah berdosa kepada TUHAN.”
Dan Natan berkata kepada Daud:
“TUHAN telah menjauhkan dosamu itu:
engkau tidak akan mati.”
(2 Samuel 12:13)

 

Pada hari sebelumnya kita merenungkan bahwa orang yang perfeksionis adalah orang yang cenderung selalu suka mengkritik. Hari ini kita belajar sisi lain dari orang perfeksionis, yakni cenderung selalu takut dikritik. Dengan demikian orang perfeksionis cenderung gemar mengkritik, tapi takut dikritik. Orang perfeksionis punya seribu satu alasan untuk membenarkan diri —alias ngeles— agar ia tidak terlihat buruk ketika orang mengkritiknya.

Hari ini kita belajar dari Raja Daud yang dengan rendah hati dan lapang dada menerima kritikan yang disampaikan Nabi Natan kepadanya. Melalui perantaraan Natan, Allah mengkritik Daud karena Daud telah membunuh Uria, suami Batsyeba. Raja Daud sengaja membuat strategi agar Uria dapat terbunuh di medan perang oleh orang Amon. Raja Daud merancangkan hal yang jahat itu demi mendapatkan Batsyeba. Yang menarik, Raja Daud tidak mencari-cari alasan untuk membenarkan dirinya saat Nabi Natan mengkritiknya. Dengan lapang dada, Daud mengakui kesalahannya. Ia berkata, “Aku telah berdosa kepada Tuhan.” Sikap Daud inilah yang berkenan di mata Allah, sehingga Allah mengampuninya.

Teens, di dalam hidup ini, kritik tidak terhindarkan. Justru dari kritikanlah kita belajar untuk memperbaiki diri kita sendiri. Bahkan jika kita memang salah, kita perlu belajar menerima kritikan itu dengan lapang dada. Dengan demikian kita tidak perlu mencari sejuta alasan untuk membenarkan diri. Menerima kritikan dan mengakui kesalahan adalah hal yang baik di mata Allah. Kita semua bukanlah manusia yang sempurna. Allah merindukan kerendahan hati kita untuk menerima kritikan dari-Nya. Keterbukaan menerima kritikan adalah pintu awal transformasi diri. Di dalam proses transformasi, kita belajar untuk memperbaiki diri kita bersama dengan Allah. Percayalah, transformasi di dalam Allah jauh lebih indah daripada apa yang kita anggap sempurna.

 

 

 

«February 2017
S M T W T F S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama