29
Aug

Perkataan Orang

Kisah Para Rasul 28:1-6

bergosip

“Orang ini sudah pasti
seorang pembunuh,
sebab, meskipun ia
telah luput dari laut,
ia tidak dibiarkan hidup
oleh Dewi Keadilan.”
(Kisah Para Rasul 28:4)

Dalam sebuah acara pembinaan pengurus remaja sebuah gereja, pembicara meminta masing-masing peserta menuliskan satu perkataan negatif yang memengaruhi mereka. Salah satu perkataan itu adalah “Kamu jelek.” Ada satu peserta yang masih menangis saat berkisah tentang perkataan yang sampai sekarang masih membuatnya tidak percaya diri, “Kakimu jelek banget sih!” Kata-kata itu dia terima dari teman-temannya di tempat les tari semasa SD dulu sehingga membuatnya memutuskan untuk berhenti menari. Sayang sekali ya….

Teens, perhatikanlah pengalaman Paulus ini. Setelah berhari-hari berlayar dalam amukan badai mahadahsyat, akhirnya mereka terdampar dengan selamat di pulau Malta. Saat Paulus membuat perapian untuk kebutuhan mereka, tangannya digigit seekor ular beludak yang keluar dari ranting-ranting yang dibakarnya. Orang-orang yang sekapal dengan Paulus, satu sama lain, langsung berkata hal yang buruk tentang Paulus. Akan tetapi, kata-kata negatif itu tidak “dimasukkan” Paulus ke dalam hatinya. Dengan santai ia kibaskan ular yang menggigit tangannya itu. Setelah mereka melihat Paulus tidak apa-apa, mereka lantas bicara lagi. Kali ini mereka ‘mengangkat’ Paulus tinggi-tinggi dengan menganggap bahwa ia adalah seorang dewa. Sama seperti celaan yang diterimanya, ia pun tidak “memasukkan” pujian yang sia-sia itu ke dalam hati. Paulus begitu jernih di dalam menyikapi perkataan orang. Bagi dia, orang bisa saja ‘asbun’ alias asal bunyi. Buat apa didengar kalau orang asbun? Bagi dia, hanya perkataan yang asalnya dari Tuhan saja yang perlu didengar.

Teens, kerap kali kita membiarkan diri di-‘rusak’, oleh omongan buruk dari orang lain, entah itu teman sekolah kita, sahabat, guru, bahkan dari orangtua kita. So, mulai sekarang, pandai-pandailah menyaring omongan orang, mana yang perlu digubris dan mana yang perlu diabaikan. Kalau tidak membangun, abaikan saja!

«August 2016
S M T W T F S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama