
KETAATAN, BUKAN KURBAN
Yesaya 1:10-20
Jangan lagi membawa persembahan yang sia-sia, persembahan dupa adalah hal yang menjijikkan bagi-Ku….
(Yesaya 1:13)
Suatu kali di Sekolah Minggu, Banu lupa membawa uang persembahan. Banu merasa panik. Ia malu jika ketahuan tidak memberi persembahan. Guru Sekolah Minggu tahu situasi Banu, lalu menghiburnya, “Banu, Tuhan melihat hati, bukan uang. Tuhan senang kamu datang ke Sekolah Minggu, meski tanpa uang persembahan.”
Adik-adik, pada zaman Nabi Yesaya, orang Israel memotong kambing, domba, atau sapi sebagai persembahan kurban. Namun semua itu dilakukan hanya sebagai kebiasaan saja tanpa iman kepada TUHAN. Hidup mereka tidak taat pada firman-Nya. Itu sebabnya, TUHAN menolak persembahan mereka. Bagi TUHAN, iman lebih penting daripada kurban. Taat pada firman Tuhan lebih berharga daripada persembahan.
Adik-adik, pernahkah kita berbuat seperti orang Israel? Kita memberi persembahan, tapi tidak taat pada firman. Adik-adik, yuk kita makin taat pada Tuhan. Itu jauh lebih penting daripada uang atau kurban persembahan!
Doa: Tuhan Yesus, tolonglah kami supaya hidup lebih taat kepada-Mu.
Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama