21
Oct

MENCURI

Siapa merampasi ayah dan ibunya dan menyangka bahwa itu bukan suatu pelanggaran,

ia sendiri adalah kawan si perusak.

(Amsal 28:24)

 

 

 

Hei…duduk sini, Di! Aku lagi banyak duit, nih. Kamu mau apa? Bakso? Nasi goreng atau es? Pesan saja, aku yang traktir!” kata Bandi sambil menepuk dada. “Hei, banyak sekali uangmu Bandi! Dari mana kamu dapatkan uang sebanyak itu?” tanya Didi khawatir. “Sst…jangan bilang siapa-siapa, ya! Kuambil dari dompet papaku,” ujar Bandi sambil menutup mulut dengan jarinya. “Wah, itu, sih, namanya mencuri! Mengambil apa pun meskipun itu milik orangtua kita, kalau kita tidak izin dulu namanya tetap mencuri,” kata Didi mengingatkan. “Ah, tidak masalah. Papa kan kerja juga buat aku. Itu artinya uang Papa, uangku juga,” sahut Bandi tak merasa bersalah.

 

 

Adik-adik, sayang sekali, ya, Bandi tidak merasa bersalah mengambil uang papanya. Mari kita lihat apa kata firman Tuhan mengenai hal itu. Ayo, kita membaca Amsal 28:24. Amsal ini mengingatkan kita bahwa mengambil yang bukan milik kita, meskipun itu milik orangtua kita sendiri, itu keliru. Lebih celaka lagi kalau kita tidak menganggapnya sebagai sebuah kesalahan!

 

 

Doa: Bapa Surgawi, jagalah tingkah lakuku agar aku berada di jalan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Multiple Ajax Calendar

October 2017
S M T W T F S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama