13
Jun

BERHARAP MENGHEMBUSKAN NAFAS

“Tetapi mata orang fasik akan menjadi rabun,

mereka tidak dapat melarikan diri lagi;

yang masih diharapkan mereka hanyalah menghembuskan nafas.”

(Ayb. 11:20)

 

 

 

Orang-orang yang ingin panjang usia perlu menyadari risiko orang yang lanjut usia. Oma Kia berusia lebih dari 90 tahun. Ia sehat, tapi di usianya yang lanjut, tubuhnya lemah. Kalau Oma Kia berjalan, harus ada yang menemaninya. Kursi roda sudah menjadi kendaraan utamanya. Dulu Oma Kia gemar membaca, tapi kini matanya sudah mulai rabun. Ia tidak lagi banyak berbicara. Suatu hari ia berkata, “Banyak orang muda, masih bisa berkarya, tapi sudah dipanggil pulang oleh Bapa di Surga. Sedangkan Oma sudah lemah dan tidak dapat berbuat banyak, tapi Tuhan belum juga memanggil Oma. Oma sedih dan tidak berdaya. Oma rindu pulang ke rumah Bapa.”

 

 

Ketidakberdayaan dapat melanda siapa saja. Dalam ketidakberdayaan orang dapat berputus asa, ingin sesegera mungkin meninggal dunia. Kita perlu sadar dan bersiap diri. Setiap orang pada saatnya akan pergi dari dunia ini. Kapan? Tidak ada yang tahu. Mungkin dalam waktu dekat, tetapi mungkin juga harus menunggu lama. Satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah berserah kepada Bapa di Surga, supaya apa pun yang terjadi kepada kita, kiranya Dia memberi kemampuan kepada kita untuk tetap bersyukur.

 

 

DOA:

Tuhan, kami sadar bahwa panjang umur adalah anugerah Tuhan.

Tolong kami untuk terus berserah dan bersyukur kepada Tuhan

yang setia memelihara kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

June 2020
S M T W T F S
« May   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama