KASIH SETIA TUHAN LEBIH DARI HIDUP
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup;
bibirku akan memegahkan Engkau.
(Mzm. 63:4)
Hari itu Opa Haris genap berusia sembilan puluh dua tahun. Ketika hari bahagia itu dirayakan oleh anak-anak, para menantu, cucu dan buyut dengan meriah, ia menyanyikan sebuah lagu yang diilhami dari Mazmur 63 ini, “Kasih setia-Mu lebih dari hidup, maka lidahku memuji Engkau.” Wajahnya yang sudah banyak berkeriput tampak segar, matanya berbinar-binar, senyum sumringahnya dia sunggingkan bagi siapa saja yang datang menyampaikan selamat. Kepada beberapa orang tamu yang hanya berbeda beberapa tahun darinya ia menggunakan bahasa Belanda dengan fasih lalu tertawa tergelak-gelak.
Memang sudah seharusnya demikian. Setiap kali kita menyebut jumlah angka umur hidup kita di dunia ini, maka yang terutama harus disebut adalah Tuhan, Sang Pencipta, Pemberi, sekaligus Pemilik kehidupan kita ini. Dia adalah Tuhan yang tidak hanya mengasihi kita sepenuh hati, tetapi juga dengan ajeg, terus-menerus, setia merawat dan memelihara kita melalui siapa saja yang diutusnya dan dengan apa saja yang diberikannya kepada kita. Dalam bahasa Latin ini disebut sebagai “providentia Dei,” penyelenggaraan hidup kita oleh Allah yang bijaksana dan sempurna.
DOA:
Ya Tuhan yang Mahakasih, Mahamurah, dan Mahasetia,
tolong kami agar setiap hari bisa merasakan dan menyadari
penyelenggaraan-Mu atas hidup kami, lalu bersyukur senantiasa. Amin.
Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:
Rp. 70.000,-/tahun
Rp. 8.000,-/eksemplar
Pembayaran melalui:
Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua
A/C No. 165 0000 558743
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Marketing
BCA Bidakara
A/C No. 450 558 9999
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama
Persembahan Kasih melalui:
BCA Bidakara
A/C No. 450 305 2990
a.n. Yayasan Komunikasi Bersama