23
Jul

KEHANCURAN BABEL

Yeremia 50:1-7

… tidak ada lagi yang diam di dalamnya,

baik manusia maupun binatang,

semuanya lari lenyap.

(Yer. 50:3)

 

 

 

Kekuasaan merupakan sesuatu yang memesona banyak orang. Banyak orang yang mengejarnya bahkan mengorbankan apa pun demi mendapatkannya. Namun di sisi lain kekuasaan menjadi monster yang menakutkan bagi banyak orang jika tak mampu mengendalikannya.

 

 

Adolf Hitler di era 1930-an dikenal sebagai pemimpin yang sewenang-wenang. Kekuasaan yang dimilikinya disalahgunakan hingga berdampak pada kehidupan rakyat yang tak lagi dihargai hak-haknya. Yeremia pasal 50 bicara tentang penghukuman Tuhan atas Babel. Pada pasal 46-49, Babel ditakuti sebagai bangsa yang menaklukkan Yehuda dan bangsa lain. Namun akhirnya giliran Babel yang dikalahkan oleh bangsa lain dari utara. Mengapa? Sebab Tuhan murka atas Babel! Tuhan memang memakai Babel untuk menghukum umat-Nya yang telah berdosa, tetapi Babel bertindak melampaui wewenang yang Tuhan berikan. Babel tidak menyadari keberadaan dirinya bahwa ia hanya alat yang Tuhan gerakkan dan tidak seharusnya melampui batasan yang Tuhan tetapkan. Tetapi pada kenyataannya, Babel bergerak sewenang-wenang dan mendapatkan ganjarannya.

 

 

Youth, barangkali di usia muda yang kini kita nikmati, kita diberi kepercayaan untuk menjadi pemimpin dan memiliki otoritas. Belajar dari Babel, kita ini hanyalah alat di tangan Tuhan yang tidak boleh bertindak melebihi wewenang yang Tuhan berikan. So, kelolalah setiap otoritas yang Tuhan berikan dengan hikmat dan takut akan Tuhan, agar kita jauh dari kesombongan dan kesewenang-wenangan.

 

 

  1. Apa hukuman Tuhan atas kesewenang-wenangan yang dilakukan Babel?
  2. Apa respons Anda jika diberi kepercayaan sebagai pemimpin?

 

 

Pokok Doa: Mengelola otoritas yang Tuhan percayakan.

Multiple Ajax Calendar

July 2018
S M T W T F S
« Jun    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama