23
Mar

TINGGAL DI PERUT IKAN

“Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN ….”

(Yunus 2:7)

 

 

 

 

“Anak-anak, Yunus dilem­par ke laut. Apakah menu­rut kalian Yunus dapat selamat? Manusia bukan ikan yang dapat berenang berjam-jam di air. Manusia juga tak dapat bernapas di air,” kata Pak Tino ketika mengajar Agama di kelas Didi.

 

 

Adik-adik, yuk kita baca lanjutan kisah Yunus di Kitab Yunus 1:17 dan 2:1-10! Tuhan menolong Yunus dengan cara yang ajaib. Tuhan mengirim ikan yang besar, lalu ikan itu menelan Yunus. Ia tinggal di perut ikan tiga hari lamanya. Hidup di perut ikan tentu tidak nyaman, tapi hal itu lebih baik ketimbang mati tenggelam. Yunus bersyukur kepada Tuhan yang menyelamatkannya. Tetapi, adakalanya ketika berada di perut ikan, Yunus merasa putus asa. Ia tak tahu apakah ia akan selamanya tinggal di perut ikan atau ia dapat keluar dari perut ikan. Ketika itu terjadi, Yunus berseru kepada Tuhan. Memikirkan betapa baik dan berkuasanya Tuhan, membuat Yunus kembali penuh harap dapat selamat.

 

 

Adik-adik, apakah kalian pernah mengalami kesedihan atau situasi tak nyaman? Yuk kita datang kepada Tuhan!

 

 

 

Doa: Bapa di Surga, aku bersyukur Engkau selalu ada di saat aku sedih dan susah. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Multiple Ajax Calendar

March 2021
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama