2
Feb

TIDAK LAGI LAPAR

Matius 5:1-12

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,

karena mereka akan dipuaskan.”

(Mat. 5:6)

 

 

 

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan gizi dikenal sebagai penyakit busung lapar. Pada tahap akhir penyakit tersebut, penderita akan kehilangan nafsu makannya. Saat tubuh semakin lemah, kesadaran pun akan menurun dan penderita cenderung bersikap apatis. Oleh sebab itulah, para ahli mengatakan bahwa rasa lapar dan haus justru menjadi tanda yang penting dari sistem pertahanan tubuh manusia. Peringatan yang diberikan oleh otak manusia tentang rasa lapar dan haus mendorong seseorang untuk mencari asupan yang memang dibutuhkan oleh tubuh.

 

 

Pada kotbah di bukit, Tuhan Yesus menyebut berbahagia orang-orang yang merasa lapar dan haus akan kebenaran. Kebenaran adalah tanda hadirnya Kerajaan Allah. Dalam visi Kerajaan Allah, kebenaran bukan sekadar teori, tetapi tindakan yang secara konkret dinyatakan oleh Yesus. Di tengah situasi ketidakadilan, kecurangan, dan kemunafikan yang terjadi, kehadiran Tuhan Yesus menyatakan pembebasan dan memberi kelegaan bagi banyak orang.

 

 

Youth, banyak anak muda yang saat ini cenderung bersikap cuek, bahkan apatis terhadap keadaan di sekitarnya. Mereka berdalih, “Di mana-mana memang sudah begini situasinya. Mau bagaimana lagi?” Sikap apatis amatlah berbahaya. Ia dapat mematikan gerak iman kita. Sebaliknya, saat kita tetap meyakini kuasa Allah yang bekerja di tengah berbagai persoalan dan tantangan, di saat itu pulalah iman kita hidup dan terus bertumbuh. Rasa ‘lapar’ dan ‘haus’ mendorong kita untuk tidak berhenti mencari dan menemukan kehendak Allah serta menghadirkannya secara konkret dalam hidup keseharian kita.

 

 

  1. Apa artinya merasa lapar dan haus akan kebenaran?
  2. Kebenaran apakah yang ingin Anda nyatakan hari ini?

 

 

Pokok Doa: Komitmen untuk mencari kehendak Allah dan mewujudkannya.

Multiple Ajax Calendar

February 2020
S M T W T F S
« Jan    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama