10
Jan

MENGANDALKAN TUHAN

Hakim-Hakim 4:1-16

“Bukankah Tuhan telah maju di depan engkau?”

(Hak. 4:14)

 

 

Youth, apakah kita pernah menggantungkan kehidupan pada orang lain? Pasti setiap kita pernah melakukannya, apalagi sebagai makhluk sosial kita membutuhkan sesama. Persoalannya, apakah baik menggantungkan diri pada orang lain terus-menerus? Contohnya, saat kita akan menghadapi ujian di sekolah, kita diberikan kesempatan belajar. Namun, ketika ujian tiba, apakah kita mengerjakan sendiri dengan yakin pada usaha kita? Atau, kita ragu dengan kemampuan kita sehingga memilih untuk melihat pekerjaan teman atau menyontek? Ketergantungan terhadap sesama membuat kita hilang kepercayaan kepada Tuhan yang sebenarnya bersedia membimbing segala usaha kita.

 

Barak juga lebih memilih menggantungkan diri pada manusia daripada percaya kepada Tuhan. Ketika Barak sudah dipersiapkan dengan pasukan, dirinya tetap takut dan meragukan kemenangan bangsa Israel dari serangan Sisera. Ketakutannya membuatnya meminta Debora untuk maju bersamanya. Bila Debora tidak maju bersamanya, Barak tidak akan maju dalam memimpin pasukannya. Padahal, Barak mendapatkan perintah oleh Allah sendiri untuk memimpin melalui pesan yang disampaikan Debora (ay. 6).

 

Youth, perjalanan kehidupan kita sering kali tidak jauh berbeda seperti Barak, berani maju bila ada orang lain yang membantu. Dari kisah Barak dan Debora, kita diingatkan untuk percaya akan penyertaan Tuhan dalam kondisi sulit sekalipun. Teruslah ingatkan diri kita dengan perkataan Debora kepada Barak ini, “Bukankah Tuhan telah maju di depan engkau?” agar kita berani menghadapi setiap tantangan kehidupan.

 

1. Apa alasan Barak sehingga ia ragu untuk memimpin perang bangsa Israel?

2. Apakah Anda sudah mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan? 

 

 

Pokok Doa : Senantiasa mengandalkan Tuhan dalam segala kondisi kehidupan.

Multiple Ajax Calendar

January 2022
S M T W T F S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama