13
Jan

NIAT HATI

Kisah Para Rasul 8:18-24

“… bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini ….”

(Kis. 8:22)

 

 

Dalam serial TV Korea berjudul “My Mister”, diceritakan kehidupan seorang tokoh bernama Park Dong Hoon. Ia adalah orang yang menjalani hidup dengan lurus. Meski banyak dicaci dan dirugikan orang-orang di sekitarnya, ia hanya bisa berbuat baik. Suatu ketika ia mendapati bahwa rekan kerja yang telah banyak ditolongnya ternyata selama ini berbuat jahat kepadanya. Namun, ia tidak mengubah sikapnya. Meski rekan kerjanya itu telah melakukan kejahatan, ia tetap membantunya di masa-masa sulit. Saya meyakini bahwa tindakannya ini terjadi karena ia punya niat hati yang bersih. Ia melakukan kebaikan bukan karena orang lain, melainkan karena hatinya menginginkan perbuatan yang baik.

 

Seburuk apa pun penyampaiannya, jika niat hatinya baik, maka orang lain tetap akan menemukan kebaikan dalam tindakan seseorang. Sebaik apa pun tindakannya, jika niatnya buruk pasti akan ketahuan buruknya. Meski terlihat kagum dan percaya pada kuasa Roh Kudus, Simon dalam teks ini tidak meluruskan hati pada Allah (ay. 21). Saat melihat mukjizat tersebut, Simon malah menawarkan uang untuk mendapatkan kekuasaan yang sama dengan para rasul. Ini menunjukkan bahwa rasa kagum dan percayanya tidak bertujuan untuk memuliakan Allah dan berbuat baik, tetapi untuk kepentingannya sendiri. Ia salah dalam menilai anugerah Allah.

 

Youth, kunci dalam hidup adalah mengendalikan niat hati. Niat hati akan sangat berpengaruh dalam menuntun langkah menjalani hidup ini. Karena itu, berubahlah dan berdoalah kepada Allah agar kita senantiasa mengarahkan niat hati kita kepada-Nya.

 

1. Mengapa Simon disebut “tidak meluruskan hati pada Allah”?

2. Sudahkah niat hati Anda tertuju kepada Allah?

 

 

Pokok Doa: Mengubah niat hati agar tertuju kepada Allah.

Multiple Ajax Calendar

January 2022
S M T W T F S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama