12
Sep

MENGABAIKAN NURANI, MENUAI PETAKA

1 Timotius 1:18-20

Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka ….

(1Tim. 1:19)

 

 

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan, “Conscience is the dog that can’t bite, but never stops barking.” Ungkapan ini tidak bermaksud merendahkan makna hati nurani, tetapi justru menegaskan esensi dari hati nurani itu sendiri. Kita sering mengenal hati nurani sebagai suara/ kata hati; suara murni yang berasal dari hati terdalam yang selalu mengingatkan kita tentang kebenaran dan apa yang baik. Suara hati akan selalu “menggonggongi” kita, tetapi adakalanya itu tidak lagi terdengar dengan jelas karena kita terlalu sering mengabaikannya.

 

Paulus mengingatkan Timotius tentang pentingnya peranan hati nurani, khususnya dalam mengerjakan tugas panggilannya sebagai penasihat di tengah jemaat yang mengalami masalah dan tantangan yang berat. Hati nurani yang asalnya dari Allah akan menuntunnya memiliki kesadaran tentang apa yang benar, baik, dan jahat. Tidak hanya menuntun, kesadaran itu akan menguatkan langkah juangnya. Bagi Paulus, pengabaian hati nurani dan iman kepada Allah akan membuat kita “kehilangan diri sendiri”, dan hal ini adalah petaka besar. Aleksander dan Himeneus adalah contoh orang yang menolak hati nuraninya; suara kebenaran dari Allah. Mereka membiarkan dirinya dikuasai oleh Iblis sehingga suka bersilat kata dan
mengacau, melakukan kejahatan yang merusak iman, menjadi penyesat, dan imannya kandas di tengah jalan.

 

Youth, latihlah kepekaan kita untuk mendengar hati nurani yang kita yakini berasal dari Allah. Jangan abaikan suara hati yang menuntun kita. Jalinlah hubungan yang dekat dengan Tuhan. Sebab, kita hanya bisa mengenali dan mendengar suara-Nya kalau kita memiliki relasi yang berkualitas dengan-Nya.

 

1. Menurut Paulus, apa peran hati nurani dalam hidup kita?

2. Apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan hati nurani?

 

 

Pokok Doa:

Peka dalam mendengar suara Tuhan yang menuntun langkah hidup.

Multiple Ajax Calendar

September 2022
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama