14
Sep

Pembalasan

2 Raja-raja 6:18-23

Tetapi jawabnya: “Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.”

(2 Raja-raja 6:22)

 

 

Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln, pernah berkata, “Cara terbaik untuk mengalahkan seorang musuh adalah dengan menjadikannya seorang teman.” Kalimat ini memang terkesan agak aneh dan sulit untuk dipahami. Namun, melalui perkataannya, Lincoln paling tidak mengajarkan bahwa kekerasan tidak menjadi satu-satunya cara ketika menghadapi musuh.

 

Sebetulnya, Elisa punya pilihan untuk mengalahkan musuh dengan cara kekerasan atau membunuh musuh. Namun yang menarik, ketika pasukan Raja Yoram bersiap untuk menyerang tentara Aram (yang berhasil dituntun Elisa masuk ke tengah-tengah kota), Elisa justru melarang Yoram untuk membunuh tentara Aram tersebut. Elisa malah memintanya menjadi tuan rumah untuk mengadakan perjamuan besar bagi para tentara Aram itu. Mereka akhirnya dijamu makan dan minum layaknya teman dekat. Sejak peristiwa itu, tercatat di ayat 23 demikian, “Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.”

 

Teens, godaan untuk memperlakukan dengan buruk musuh atau orang yang menyakiti kita mungkin saja ada di dalam hati banyak orang. Hati kita memberontak saat diperlakukan tidak adil dan tindakan membalas dianggap sebagai solusi satu-satunya untuk mendapatkan keadilan. Mata ganti mata, gigi ganti gigi, dan nyawa ganti nyawa. Yang Elisa lakukan berbeda. Ia justru membalas perlakuan buruk padanya dengan perlakuan baik. Tentulah tidak mudah membalas kejahatan seseorang dengan kebaikan. Namun, kita akan merasa lebih lega ketika mampu membalas kejahatan dengan kebaikan. Sebab, pada dasarnya manusia memang lebih menyukai kebaikan ketimbang kejahatan.

Multiple Ajax Calendar

September 2022
S M T W T F S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama