22
Sep

Kesombongan

2 Raja-raja 14:7-14

Ia mengalahkan Edom di Lembah Asin, sepuluh ribu orang banyaknya, dan merebut Sela dalam peperangan itu, lalu dinamainyalah kota itu Yokteel; begitulah sampai hari ini. Pada waktu itu Amazia menyuruh utusan kepada Yoas bin Yoahas bin Yehu, raja Israel, mengatakan: “Mari kita mengadu tenaga!”

(2 Raja-raja 14:7-8)

 

 

Bukan yang congkak, bukan yang sombong, yang disayangi handai dan taulan. Nyanyian ini populer pada beberapa puluh tahun silam dan sering diajarkan oleh guru Taman Kanak-Kanak (TK). Nyanyian ini singkat, tetapi mengajarkan nilai moral yang tinggi, yaitu mengajak anak-anak untuk tetap rendah hati (tidak sombong). Meski sudah menjadi orang yang sukses, janganlah lupa diri, lalu menjadi congkak (sombong).

 

Raja Yehuda, Amazia, tampaknya lupa diri dan jatuh dalam dosa kesombongan. Ia menganggap dirinya paling hebat dan menjadi sombong setelah berhasil mengalahkan Edom dan Sela. Ia merasa tidak terkalahkan oleh siapa pun. Karena itu, Amazia kemudian mengajak Yoas, raja Israel, beradu tenaga atau berperang. Yoas telah mengingatkan Amazia bahwa niatnya itu sama dengan menantang malapetaka (ay. 10). Namun, Amazia tidak mau mendengarkan. Akibatnya, dalam peperangan tersebut, Amazia kalah. Karena kesombongannya, tembok Yerusalem menjadi hancur, harta milik kerajaan dan rumah Tuhan dijarah, dan rakyatnya pun dijadikan sandera.

 

Teens, kesuksesan sering kali menjadi pemicu timbulnya dosa kesombongan. Kesombongan selalu membuat mata kita menjadi buta sehingga tidak bisa melihat keberadaan kita yang sebenarnya. Ingatlah bahwa kesombongan dapat memicu timbulnya perseteruan dan konflik dengan orang lain, bahkan berpotensi mendatangkan malapetaka. Singkatnya, kesombongan adalah awal dari kehancuran. Karena itu, ketika kita sukses, ingatlah selalu bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian dan perkenanan Tuhan. Tetaplah rendah hati. Jangan sombong!

Multiple Ajax Calendar

September 2022
S M T W T F S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama