4
Jan

Menangis Sedih

Mikha 1:8-9

Karena inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap ….

(Mikha 1:8)

 

 

Kamu pasti pernah sedih. Sedih itu perasaan alami manusia. Manusia bisa sedih karena berbagai sebab. Namun, tidak semua kesedihan itu membuat manusia sampai meratap. Meratap adalah menangis dengan sangat sedih sambil mengucapkan kata-kata yang mengekspresikan kesedihan. Seseorang bisa sampai meratap biasanya karena kehilangan orang yang sangat berarti, atau adanya masalah berat yang tak sanggup dihadapi, atau penyesalan yang amat besar. Orang yang meratap akan berteriak, menjerit, atau mengucapkan kata-kata yang amat menyedihkan berulang kali.

 

Nabi Mikha meratap. Ia merasa sangat sedih. Saking sedihnya, ia seperti seekor serigala yang melolong atau burung unta yang meraung. Ia mengeluarkan suara yang begitu memilukan yang membuat takut dan prihatin orang yang mendengarnya. Kesedihan Nabi Mikha dikarenakan ia mengetahui bahwa Samaria akan jatuh karena kesalahan Samaria sendiri dan sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Begitu juga dengan Yerusalem. Kesalahan yang dilakukan oleh Samaria telah menular kepada Yerusalem sehingga Yerusalem pun akan jatuh. Dalam sejarahnya Samaria jatuh ke tangan Kerajaan Asyur dan Yerusalem jatuh ke tangan Kerajaan Babilonia, sampai kemudian orang-orangnya pun dibawa ke pembuangan di Babel, ibu kota Babilonia. Hal ini membuat Nabi Mikha menjadi begitu sedih. Ia merasakan bahwa Yerusalem adalah bangsanya dan bagian hidupnya. Ia begitu peduli kepada nasib bangsanya.

 

Teens , seberapa pedulinya kamu terhadap bangsa kita? Bangsa kita adalah bangsa yang besar dengan banyak persoalan. Ada bencana alam, konflik antardaerah, kerusakan lingkungan, intoleransi antarumat beragama, korupsi, dan lain-lain. Apakah kita cuek dengan semua itu? Atau apakah kita mau peduli? Marilah kita bersama-sama belajar yang rajin dan berusaha memperbaiki bangsa kita selagi masih ada
kesempatan. 

Multiple Ajax Calendar

January 2023
S M T W T F S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama