9
Jan

AWAS, BOM KEMARAHAN MELEDAK!

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu ….

(Ef. 4:26)

 

 

Di Jerman, sewaktu-waktu ada berita tentang ditemukannya bom. Bom itu adalah sisa bom-bom yang dulu dijatuhkan oleh pasukan sekutu dalam Perang Dunia II tahun 1945. Akibat serangan bom itulah, kita tahu, Jerman dikalahkan dan perang berakhir. Namun, banyak bom yang dijatuhkan itu tidak meledak. Bom-bom yang tidak meledak itu tertimbun dan terkubur di dalam tanah. Ketika orang mau membangun di suatu wilayah, mereka wajib “membersihkan” dahulu bidang tanah itu dari kemungkinan adanya bom. Pada waktu itulah kadang bom ditemukan. Bom yang ditemukan akan berusaha dijinakkan. Penduduk di sekitar tempat itu akan dievakuasi. Kadang-kadang bom itu harus diledakkan atau meledak sendiri dan mengakibatkan banyak kerugian.

 

Sobat Lansia, marah adalah wajar. Menyimpan kemarahan itulah yang cenderung berujung pada dosa. Banyak orang yang menyimpan kemarahan, bahkan sampai puluhan tahun. Tampaknya itu aman saja, tidak ada bahayanya. Namun, bagaikan bom yang terkubur di Jerman itu, sewaktu-waktu kemarahan itu bisa muncul dan meledak. Adalah lebih baik bila kemarahan itu dikelola seperti bom yang dijinakkan, daripada meledak dan merusak hal-hal baik yang sudah dibangun di dalam kehidupan kita.

 

 

DOA:

Ya Tuhan, lembutkanlah hati kami agar kami mau memaafkan orang yang bersalah kepada kami dan berilah kami kebijaksanaan agar kami tidak menyimpan kemarahan di hati kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

January 2023
S M T W T F S
« Dec   Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama