7
Aug

ANTIKAYA

Lukas 12:32-40

“Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

(Luk. 12:34)

 

 

Kalau kita mengetik di mesin pencarian Google: “Orang Kristen tidak boleh kaya”, maka kita akan menemukan beberapa pertanyaan terkait kekayaan dan orang Kristen. Contoh pertanyaannya adalah: Apakah/Bolehkah orang Kristen menjadi kaya? Ternyata tidak mudah untuk kita, sebagai orang Kristen, menggumuli konsep kekayaan ini. Apalagi, kalau kita membaca Lukas 12:33. Ada kemungkinan kita akan berpikir bahwa orang Kristen tidak boleh kaya. Apakah benar ketika menjadi pengikut Kristus berarti kita menjadi orang-orang yang tidak boleh kaya atau bahkan antikaya?

 

Jika kita membaca Lukas 12:32-40 secara utuh, setidaknya mulai dari ayat 22, maka sebenarnya kita akan menemukan bahwa maksud Yesus bukanlah mengenai menjadi kaya, punya harta milik atau tidak punya harta milik. Yesus hendak mengajarkan pada para murid bahwa kekhawatiran akan kondisi hidup dimulai karena kita tidak sungguh-sungguh mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Kekhawatiran timbul karena kita mengarahkan hati pada yang lain. Salah satunya adalah mengenai kebutuhan dan harta milik. Itulah sebabnya Yesus menutup perkataan-Nya mengenai kekhawatiran dengan mengatakan di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Yesus ingin mengingatkan pentingnya menjadikan Allah sebagai pusat hidup kita. Ketika Allah menjadi pusat hidup kita, apa pun yang kita miliki akan juga diarahkan kepada Allah.

 

Jadi, Youth, apakah ikut Tuhan berarti antikaya? Jawabannya tidak. Mengikut Tuhan berarti apa pun dan berapa pun yang kita miliki, kita mau mengarahkannya untuk Tuhan karena semuanya berasal dari Tuhan.

 

1. Apa maksud perkataan Yesus untuk menjual seluruh harta milik dan memberi sedekah?

2. Apa yang dapat dilakukan agar kita dapat mengarahkan milik kita pada Tuhan?

 

 

Pokok Doa:

Sikap terhadap harta milik.

Multiple Ajax Calendar

August 2022
S M T W T F S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama