4
Oct

JANGAN IRI

Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

(Ams. 14:30)

 

Di ruang tunggu sebuah klinik, terlihat dua orang ibu lansia sedang mengobrol. Mereka adalah Oma Juni dan Oma Agustin. Semula mereka belum saling kenal. Oma Agustin membuka percakapan dengan menanyakan tempat tinggal Oma Juni, lalu merembet ke pertanyaan mengenai anak-anak. Akhirnya, Oma Juni bercerita bahwa dia menjual rumahnya di luar kota dan sekarang tinggal bersama salah satu anaknya. Oma Agustin mengatakan kepada Oma Juni, “Ngapain ikut anak? Lebih baik tinggal di rumah sendiri.” Oma Juni merasa tersakiti karena ia merasa diremehkan dan dikalahkan oleh Oma Agustin. Ia menceritakan rasa sakitnya kepada saudaranya dengan panas hati. Sejak saat itu, hidupnya jadi tidak tenang. Setiap kali mengingat kata-kata Oma Agustin, rasa marah timbul kembali. Pada suatu hari, adiknya bertanya, “Memang enak ya, kalau panas hati terus? Marah terus, padahal sudah tidak bertemu lagi dengan orangnya.”

 

Jika kita merasa iri hati kepada orang lain, mintalah ketenangan hati kepada Tuhan. Buanglah sampah kemarahan, rasa tidak puas, dan sumpah serapah dari hati kita. Tidak perlu iri kepada orang lain, tapi bersyukur untuk setiap berkat Tuhan. Ketulusan dan ketenangan akan membuahkan kedamaian hati.

 

DOA :

Tuhan, tolong kami agar tidak iri terhadap apa yang dimiliki orang lain. Berikanlah ketenangan dan ketulusan hati agar kami mampu bersyukur. Amin.

Multiple Ajax Calendar

October 2021
S M T W T F S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama