5
Oct

MISKIN TAPI KAYA

… dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

(2Kor. 8:2)

 

Ibu Sani tinggal di sebuah rumah gubuk yang berdinding anyaman bambu. Pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai pemulung, berjalan mengelilingi kota, mengorek sampah, mengumpulkan kardus kosong untuk dibawa pulang. Uniknya, sepanjang jalan Ibu Sani berbicara seperti kepada diri sendiri, “Aku ini miskin, tapi aku kaya.” Ucapan yang terus diulang-ulang itu mengundang seseorang untuk mengikuti Ibu Sani. Ia penasaran apa yang dimiliki oleh Ibu Sani. Orang itu pun ikut masuk ke gubuk Ibu Sani dan melihat apa kekayaan Ibu Sani. Apa yang ditemukannya? Sebuah kotak kayu seperti tempat perhiasan. Dan apa yang ada di dalamnya? Ternyata sebuah Alkitab. Orang itu berpikir, apakah di dalam Alkitab tersebut Ibu Sani menyimpan uangnya? Ternyata di dalam Alkitab itu pun tidak ada uang. Jadi mengapa Ibu Sani mengatakan bahwa ia kaya?

 

Ibu Sani mengatakan demikian karena ia memiliki Tuhan Yesus. Itulah keyakinannya. Walaupun Ibu Sani miskin, tetapi ia memiliki kepedulian terhadap orang lain. Ia kaya dalam kemurahan. Ia suka memberi pertolongan. Meskipun Ibu Sani buta huruf dan tidak bisa membaca Alkitab, namun kepatuhannya pada firman Tuhan terwujud dalam kejujuran, kesetiaan, dan kemurahan hatinya.

 

DOA :

Tuhan, tolong kami agar mampu mewujudkan kemurahan Tuhan melalui tindakan keseharian kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

October 2021
S M T W T F S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama