7
Oct

Mimik Wajah

Kejadian 4:1-7

Firman TUHAN kepada Kain : “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?” 
(Kejadian 4:6)


Manusia berkomunikasi dengan kata-kata yang keluar dari mulut. Namun, lebih dari itu, kata-kata juga senantiasa  disertai dengan mimik wajah yang bersinar atau cemberut. Dahi yang mengerut tanda tidak setuju atau alis yang  terangkat tanda menyelidik. Salah satu ujung bibir yang terangkat, tersenyum sinis, atau mulut terbuka “melompong” tanda heran. Ketika manusia berkomunikasi, wajah ikut berbicara dengan ekspresi tertentu.

Kain dan Habel mempersembahkan kurban persembahan kepada Tuhan. Kain mempersembahkan hasil pertanian kepada Tuhan dan Habel mempersembahkan kambing domba. Tuhan mengindahkan Habel dan persembahannya, sedangkan Kain tidak. Itulah yang menimbulkan kemarahan Kain. Tuhan mengetahui apa yang dirasakan oleh Kain dan bertanya kepadanya, “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?” Melalui pertanyaan itu, Tuhan mengajak Kain untuk menyadari kemarahan dalam hatinya yang terpancar di raut wajahnya. Tuhan memberi peringatan kepada Kain, “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?” (ay. 7). Jika Kain sudah melakukan hal yang baik, yaitu memberikan kurban persembahan kepada Tuhan, tentu wajahnya akan berseri. Tuhan memperingatkan Kain agar ia jangan larut dalam kemarahan dan merasa iri hati kepada Habel. Kain mestinya mengelola kemarahannya.

Teens, dari firman Tuhan hari ini, kita diajak untuk mengenali apa yang ada dalam hati melalui ekspresi wajah. Memang, terkadang ada orang-orang yang dapat menyembunyikan perasaan sedihnya dengan wajah gembira dan riang. Namun, orang tidak dapat terus-menerus bersandiwara. Dalam berkomunikasi, kamu dapat belajar mengenali apa yang orang lain rasakan melalui mimik wajahnya. Dengan mengenali perasaan lawan bicara, apakah sedang bingung, mencoba tegar, lelah dan sebagainya, kamu dapat memahami apa yang ia rasakan.

Multiple Ajax Calendar

October 2021
S M T W T F S
« Sep    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama