20
Jun

HIKMAT ALLAH

1 Korintus 1:18-31

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah … dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah ….

(1Kor. 1:27) 

 

 

Masyarakat modern diwarnai dengan semangat persaingan yang tinggi. Hal ini sangat terasa baik di sekolah, di kampus, maupun di tempat kerja. Di tempat-tempat tersebut kita dituntut menjadi pribadi yang berprestasi dan unggul. Di satu sisi, kita berusaha menunjukkan kekuatan, kecerdasan, dan kehebatan kita. Di sisi lain, kita menjadi sangat berhati-hati terhadap orang lain karena mereka adalah “saingan” bahkan “lawan” yang mesti kita kalahkan.

 

Persaingan pun terjadi dalam jemaat di Korintus. Jemaat mengalami perpecahan (1Kor. 1:12-13) dan masing-masing kelompok memamerkan keunggulannya. Dalam situasi ini, Rasul Paulus memberitakan kepada mereka tentang Kristus yang disalibkan. Gambaran yang segera muncul adalah Kristus yang tampak lemah. Namun, hikmat Allah dinyatakan dalam diri Kristus yang disalibkan: Allah justru memilih apa yang dianggap bodoh dan lemah bagi dunia. Demikianlah, Rasul Paulus hendak mengajak semua kelompok yang berselisih agar berhenti memegahkan diri dan bersikap rendah hati.

 

Youth, berlomba-lomba memamerkan keunggulan pribadi dan sikap merasa diri paling hebat hanya akan merusak persekutuan kita dengan sesama. Karena itu, hikmat Allah mengajak kita untuk tidak bermegah diri. Keyakinan iman kepada Kristus yang disalibkan seharusnya makin menyadarkan kita akan kelemahan kita dan menjadikan kita orang yang rendah hati. Dengan demikian, mestinya kita saling peduli dan saling mendukung. Bukan berarti persaingan tidak perlu. Persaingan mesti dilakukan dalam semangat kebersamaan, yakni agar kita saling memacu untuk menjadi makin baik.

 

1. Apa tujuan Rasul Paulus memberitakan Kristus yang disalibkan?

2. Bagaimana kita menjaga diri dari sikap merasa diri paling hebat?

 

 

Pokok Doa:

Agar menjadi orang yang rendah hati.

Multiple Ajax Calendar

June 2022
S M T W T F S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama