22
Jun

MEMANDANG DENGAN POSITIF

Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar ….

(Mzm. 92:15)

 

 

Sobat Lansia, bagaimana pandangan kita tentang diri kita sendiri yang makin menua ini? Apakah kita memandangnya jelek dengan keriput di sana-sini? Apakah kita menilai diri sebagai orang yang kesepian, tidak produktif, tidak berharga, dan merasa dibuang oleh orang-orang di sekitar kita? Sobat Lansia, pernahkah melihat gambar-gambar yang bersifat ilusi optik? Biasanya gambar-gambar ilusi optik bisa dilihat secara berbeda tergantung orang yang melihatnya. Misalnya, pada sebuah gambar kita bisa melihat gambar nenek-nenek tua yang jelek, tetapi orang lain bisa jadi melihat gambar gadis muda yang cantik. Perbedaan melihat ini terjadi bergantung pada cara memandang (persepsi) tiap orang.

 

Sobat Lansia, cara pandang kita akan memengaruhi tindakan kita, bahkan kesehatan kita. Bila kita memandang penuaan secara positif, maka potensi kita untuk menjadi sehat lebih besar dibandingkan bila kita memandangnya secara negatif. Pemazmur mengatakan bahwa orang yang benar akan tetap berbuah dan memiliki hidup yang baik sekalipun mereka sudah tua. Kita pun tentunya bisa mengadopsi cara pandang pemazmur ini, yaitu memandang penuaan kita sebagai masa tetap berbuah dan menjadi lebih baik lagi. Hal ini tentu akan lebih menyehatkan bagi diri kita.

 

 

DOA:

Tuhan, kiranya kami memiliki cara pandang yang lebih baik tentang diri kami dan orang-orang di sekitar kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

June 2022
S M T W T F S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama